Seorang Wisatawan Hilang Terseret Ombak di Pantai Jayanti Cidaun Kabupaten Cianjur

24 Januari 2021, 17:50 WIB
Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian wisatawan yang hilang terseret ombak di Pantai Jayanti Cidaun Kabupaten Cianjur Jawa Barat. /Nabiel Purwanda/Literasi News

Literasi News - Seorang wisatawan, Rustana Satriaji (23) warga Kampung Benuk, Desa Limbangansari, Kecamatan/Kabupaten Cianjur dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Jayanti, Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu 24 Januari 2021 sekitar pukul 07.46 WIB.

Berdasarkan informasi kejadian itu berawal saat korban bersama rekan-rekannya berenang di kawasan Dermaga Pelabuhan Jayanti, diduga datang gelombang tinggi hingga menyeret korban dan hilang.

Kapolsek Cidaun, AKP Sumardi, mengatakan korban bersama rekan-rekannya datang untuk berwisata ke Pantai Jayanti, Cidaun mengisi libur akhir pekan.

Baca Juga: KIP-Kuliah Dibuka Lagi, Siapkan Dokumen Ini Untuk Daftar, Bisa Dapat Rp30 Juta lebih

"Berdasarkan keterangan saksi sekaligus rekan korban. Mereka tiba di Pantai Jayanti, Minggu dini hari. Kemudian pada pagi harinya korban memutuskan untuk berenang di seputaran Dermaga Pantai Jayanti, hingga akhirnya terseret ombak," kata Sumardi, kepada wartawan, Minggu.

Sumardi mengungkapkan, jajarannya dibantu TIM SAR gabungan dari SAR Bandung, TNI, BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan masyarakat setempat masih melakukan proses pencarian korban.

"Gelombang ombak cukup tinggi, kami masih melakukan pencarian darat. Personel SAR Bandung sudah tiba dibantu TNI, BPBD, Damkar dan masyarakat setempat masih berusaha mencari korban," ujarnya.

Baca Juga: Kabar Gembira, Kemenag Siapkan Insentif Bagi Ustadz Pesantren dan Program Indonesia Pintar (PIP) Santri 2021

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, menyebutkan telah menerjunkan satu tim rescue untuk membantu proses pencarian korban yang diduga hanyut dan tenggelam di Pantai Jayanti, Cidaun.

"Berdasarkan laporan yang diterima, waktu kejadian pada pukul 07.46 WIB tadi pagi. Sebelumnya korban bersama rombongan tiba di pantai Jayanti pada dini hari tadi," katanya.

Pada pukul 07.09 WIB, lanjutnya, korban bersama dua rekannya berenang di dekat pelabuhan dan terseret arus. Rekan korban bernama Irfan berhasil diselamatkan oleh rekannya yang lain yang bernama Idris. Namun korban tidak sempat diselamatkan dan terseret ombak.

Baca Juga: Tahun 2021, Pesantren Bakal Mendapat Sejumlah Program Afirmasi. Simak Penjelasan Menag Berikut Ini

Deden menambahkan, untuk mendukung proses pencarian korban jajarannya dilengkapi dengan satu set perlengkapan SAR air, satu set alat komunikasi, satu set peralatan medis, dan alat pelindung diri personel.

"Semoga korban dapat segera diketemukan. Berdasarkan informasi kondisi cuaca masih cukup menyulitkan dalam melakukan proses pencarian," ucapnya.***

Editor: Hasbi

Tags

Terkini

Terpopuler