Bolehkah Sahur Dulu Baru Mandi Wajib? Apakah Puasanya Sah? Ini Penjelasannya

- 14 Maret 2024, 03:02 WIB
Apakah boleh makan sahur baru mandi wajib?
Apakah boleh makan sahur baru mandi wajib? /Pixabay

Literasi News – Perkara hukum makan sahur sebelum mandi wajib atau mandi junub sering kali menjadi pertanyaan umat Islam yang akan menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Lalu, apakah boleh mendahulukan makan sahur sebelum mandi wajib dan apa hukumnya? Apakah puasanya terhitung sah? Simak penjelasannya.

Mandi wajib atau mandi junub (disebut juga mandi janabah dan mandi besar) adalah bersuci untuk menghilangkan hadats besar yang menyebabkan seseorang dalam kondisi junub.

Baca Juga: Kaji Fiqih Wanita Hingga Study Gender, Ini Rangkaian 'Nyantri Keren' FORDAF NU Subang Selama Ramadan!

Seseorang dapat disebut dalam kondisi junub karena dua hal. Pertama, keluarnya mani dari alat kelamin, baik secara sengaja atau tidak. Kedua, melakukan jimak atau berhubungan suami istri, meskipun itu tidak sampai keluar mani.

Suci dari hadats baik hadats kecil maupun besar merupakan syarat sah untuk melaksanakan ibadah. Jika hadats kecil dapat dihilangkan dengan cara berwudhu, maka hadats besar dapat dihilangkan dengan cara mandi wajib.

Sementara itu, bagi umat Islam yang hendak menjalankan ibadah puasa Ramadan dianjurkan untuk melakukan mandi wajib sebelum berpuasa.

Baca Juga: Potensi Pergerakan Saat Lebaran Capai 193,6 Juta Orang, Menhub Usulkan Diskon Tarif Tol

Bagaimana jika mandi wajib dilakukan setelah sahur, melewati waktu imsak atau bahkan azan subuh?

Dikutip dari laman NU, seseorang boleh mandi wajib setelah sahur karena sahur bukan tergolong aktivitas yang dilarang bagi orang junub.

Sementara itu, disampaikan oleh Syeikh Al-Qadli Abu Syuja’ dalam Matn al-Taqrib, terdapat beberapa aktivitas yang dilarang bagi orang junub.

Baca Juga: Bacaan Doa Niat Puasa Bulan Ramadan Lengkap : Ada Bahasa Arab, Latin, Artinya, serta Amalan Amalan Dianjurkan

“Haram bagi orang junub lima hal: shalat, membaca Al-Qur’an, memegang atau membawa mushaf, thawaf, serta berdiam diri di masjid.” (al-Qadli Abu Suja’, Matn al-Taqrib, Semarang, Toha Putera, tanpa tahun, halaman 11).

Sementara itu, menurut kesimpulan para ulama, mandi wajib setelah imsak hukumnya adalah mubah (diperbolehkan). Hal ini didasarkan pada Hadits Nabi shallallahu ‘allaihi wa sallam riwayat Imam Bukhari dan Muslim.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Rasulullah shallallahu ‘allaihi wa sallam pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau shallallahu ‘allaihi wa sallam mandi dan tetap berpuasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga: Sambut Ramadhan, Korpri Subang Gelar Pengajian 'ASN Subang Bersatu Mewujudkan ASN Berakhlak'

Oleh karena itu, seseorang yang mandi wajib setelah imsak dapat berpuasa tanpa harus mengqadha karena puasanya termasuk sah.

Hanya saja, bagi orang yang tidak sempat melakukan mandi wajib dianjurkan untuk membasuh kemaluan dan berwudhu sebelum bersantap sahur sebagai bentuk keutamaan.

Alasannya karena menjalankan aktivitas makan dan minum bagi orang junub adalah makruh sebelum ia membasuh kemaluan dan berwudhu.

Baca Juga: Penjelasan Lengkap Tentang Hukum Sholat Sunnah Rebo Wakasan dan Tatacaranya

Kendati begitu, seseorang tetap harus sudah dalam keadaan suci, baik dari hadats kecil maupun besar, sebelum melaksanakan ibadah sholat. Wallahu a’lam bisshawab.***

Editor: Abdul Rokib


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah