Sidkon Djampi: Desa Otonomi Khusus Perlu Dibentuk di Zona Santri dan Pesantren

- 9 Agustus 2023, 20:54 WIB
Sidkon Djampi: Desa Otonomi Khusus Perlu Dibentuk di Zona Santri dan Pesantren.
Sidkon Djampi: Desa Otonomi Khusus Perlu Dibentuk di Zona Santri dan Pesantren. /Dok DPRD Jabar

Literasi News - Anggota DPRD Jawa Barat Sidkon Djampi mendorong dibentuknya Desa Otonomi Khusus di zona wilayah yang memiliki banyak santri dan pesantren.

Hal tersebut disampaikan Sidkon Djampi saat melaksanakan Reses III Tahun Sidang 2022-2023 di wilayah Daerah Pemilihan Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya punya gagasan setelah melaksanakan Reses di pesantren, kemudian ketemu dengan kepala desa dan perangkatnya. Melalui diskusi ini, muncul gagasan dibentuknya Desa Otonomi Khusus, ini terkait dengan ada yang satu Desa berada di zona pesantren atau di kawasan santri atau pesantren," kata Sidkon Djampi kepada wartawan Rabu, 9 Agustus 2023.

Baca Juga: Jualan Menguntungkan Lewat Shopee Live, Transaksi Meningkat Hingga 12 Kali Lipat

Sidkon menyampaikan di Provinsi Jawa Barat ada sejumlah kawasan pesantren dengan lembaga yang berbeda ada di satu Desa, contoh di desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon yang hanya memiliki 3 ribu penduduk tetapi santrinya ada 10 ribu lebih.

"Seperti disampaikan oleh salah satu tokoh, di ponpes Banakan ada 10.000 lebih santri, sesuai data ada di di desa. Di Desa Babakan ini terdapat 95 pondok pesantren, yang masing-masingnya memiliki asrama santri sendiri-sendiri, dengan kelembagaan yang jelas, dan mendapatkan nomor registrasi dari Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat," jelas Sidkon.

Sementara dana desa di Desa Babakan ini kurang kurang dari Rp.900 jutaan, tidak sampai satu miliar, karena jumlah penduduknya hanya 3.000 orang. Kemudian ditambah ada bantuan keuangan desa dari pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar 130 juta pertahun.

Baca Juga: Kasus Toilet Gender Netral, Komisi X Minta Semua Sekolah Internasional Diperiksa

"Sementara banyak persoalan pada problematika yang tidak bisa diatasi dengan Dana Desa dari sisi keuangannya. Disamping Pamong Desa nya sangat terbatas, problem di desa Babakan atau desa lainnya yang memiliki 'kawasan' pondok pesantren. Persoalan yang paling menonjol adalah soal penanganan kesehatan santri," papar dia.

Halaman:

Editor: Abdul Rokib

Sumber: Literasi News


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah