Targetkan Peningkatan Pendapatan Daerah, Bapenda Bayar Pajak Lewat Kanal Digital

- 19 Juli 2023, 10:51 WIB
Targetkan Peningkatan Pendapatan Daerah, Bapenda Bayar Pajak Lewat Kanal Digital
Targetkan Peningkatan Pendapatan Daerah, Bapenda Bayar Pajak Lewat Kanal Digital /Istimewa/

Literasi News – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat menargetkan peningkatan pembayaran pajak melalui kanal digital seperti layanan Samsat Online, sebesar 10-20 persen dari total nilai pendapatan pajak tahun 2023.

“Sepanjang 2022, ada 741 ribu transaksi pembayaran pajak melalui digital di aplikasi dengan nilai penerimaan mencapai hamper Rp700 miliar. Nilai tersebut meningkat dari tahun 2021 yang sebesar Rp500 miliar.” Ungkap Kepala Bapenda Jawa Barat, Dedi Taufik, Bandung, selasa 18 2023.

Provinsi Jawa Barat memiliki target pendapatan daerah (PAD) senilai Rp 34 triliun dari nilai itu, pendapatan dari sector pajak menjadi penyumbang terbesar PAD.

Baca Juga: Gubernur Jawa Barat Gandeng BP Jamsostek Sasar Pekerja Sektor UMKM

“Pada tahun 2023 ini, kami menargetkan pembayaran pajak kendaraan melalui digital bisa mencapai 10-20 persen dari total nilai pendapatan pajak,” kata Dedi.

Adapun lima komponen pajak yaitu Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Permukaan, dan Pajak Rokok.

Menurut Dedi, untuk meningkatkan pendapatan dari lima sektor pajak itu, Bapenda Jawa Barat juga membuat terobosan sistem pajak, baik untuk PKB, BBNKB, PBBKB, pajak air permukaan, maupun pajak rokok yang tujuan utamanya mempermudah pelayanan pembayaran pajak.

Baca Juga: Presiden Joko Widodo Melantik 2 Orang Anggota Baru Wantimpres, Siapa Saja?

Ia menuturkan implementasi layanan pemerintah melalui platform digital dan elektronik sudah menjadi keharusan pada era sekarang, khususnya dalam proses transaksi keuangan agar lebih efisien dan transparan.

Hal tersebut, kata dia, yang kemudian mendorong Badan Pendapatan Daerah Jawa Barat untuk gencar melakukan upaya digitalisasi pajak.

Terhitung sejak 2015, digitalisasi pajak mulai dilakukan Bapenda Jawa Barat dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam hal membayar pajak dan meningkatkan pendapatan daerah dengan berbasis kepada digitalisasi layanan.

Baca Juga: Kelompok Ekonomi Kreatif Cianjur Optimis Gus Imin Bisa Majukan Ekonomi Indonesia Lewat Pemberdayaan UMKM

Dia mengatakan dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah dari sektor pajak khususnya pajak kendaraan bermotor (PKB), upaya pendekatan kepada masyarakat mesti dilakukan secara bijak.

Hal tersebut karena menurut data Bapenda Jawa Barat, dari 24 juta kendaraan bermotor yang terdaftar di Samsat, hanya sekitar 10,6 juta yang aktif membayar pajak.

Dari data itu bisa terlihat ada sekitar pendapatan pajak yang hilang dari 13 juta lebih kendaraan.

Oleh karena itu, Bapenda Jawa Barat mulai mengupayakan kemudahan untuk membayar melalui digitalisasi pajak.

Berkat kinerja untuk mencapai digitalisasi pajak, Bapenda Jawa Barat berhasil meraih beragam apresiasi dan penghargaan.

Dedi mengatakan saat ini Bapenda Jawa Barat telah mendapat predikat Wilayah Bebas Korupsi atau WBK.

Selain itu, beberapa penghargaan lain seperti Penghargaan Pemerintah Daerah Dengan Realisasi Peningkatan PAD Tahun 2020-2021 dari Kemendagri, Piagam Penghargaan Terbaik Dalam Pembangunan Zona Integritas dari Inspektorat Jabar hingga Piagam Penghargaan Dukungan Terbaik Dalam Reformasi Perpajakan Nasional dari Dirjen Pajak.***

Editor: Abdul Rokib


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah