Tangki Kilang Minyak Cilacap yang Terbakar Sudah Berhasil Dilokalisasi, Berikut Kronologi Kejadian

- 14 November 2021, 11:46 WIB
GM Kilang Pertamina Internsional RU IV Cilacap, Eko Sunarno memberikan keterangan pers terkait terbakarnya tangki di area kilang minyak cilacap, Sabtu, 13 November 2021, dua jam setelah kejadian.*
GM Kilang Pertamina Internsional RU IV Cilacap, Eko Sunarno memberikan keterangan pers terkait terbakarnya tangki di area kilang minyak cilacap, Sabtu, 13 November 2021, dua jam setelah kejadian.* /Lensa Banyumas/Ady Purwadi/

Literasi News - Tangki yang terbakar di area kilang minyak Cilacap, Jawa Tengah, saat ini sudah berhasil dilokalisasi.

PT Pertamina (Persero) menyatakan lokalisasi itu dilakukan melalui penanganan secara intensif dan defensif.

Demikian disampaikan General Manager Kilang Cilacap Eko Sunarno dalam keterangan yang dikutip Antara di Jakarta, Minggu 14 November 2021.

Eko menjelaskan kronologi peristiwa kebakaran tersebut. Disebutkan, insiden kebakaran terjadi pukul 19:10 WIB yang terjadi pada tangki 36 T-102.

"Tangki ini berisi komponen produk Pertalite sebanyak 31 ribu kiloliter," katanya.

Saat terjadi kebakaran, menurut Eko, Pertamina langsung melakukan alih tangki komponen produk Pertalite yang tidak terbakar di tangki 36 T-101 ke Terminal BBM Lomanis.

Baca Juga: Satu Tangki di Kilang Minyak Cilacap Terbakar, Petugas Masih Melakukan Pemadaman, Penyebab Belum Diketahui

Ketika berupaya memadamkan api, tutur Eko, pihaknya menggunakan foam monitor dengan kapasitas penuh, water sprinkel, dan truk pemadam agar api tak menyebar ke tangki-tangki lain.

Sedangkan upaya pemadaman secara offensive dilakukan dengan mengerahkan sekitar 50 personel dari Tim Bantuan Keadaan Darurat (TBKD) dan 30 personel pemadam dari internal Pertamina.

Pihaknya juga, tambah dia, melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk pengamanan kondisi di lokasi sekitar area kejadian.

Berdasarkan penuturan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, insiden kebakaran itu terjadi saat hujan lebat disertai petir. Beberapa menit kemudian, aliran listrik padam yang membuat kondisi menjadi gelap gulita.

Baca Juga: Polda Metro Ringkus 48 Warga Negara China dan Vietnam, Modus Kejahatan Melalui Aplikasi Kencan

Rekaman video dan foto kobaran api yang melahap tangki berisi komponen produk Pertalite itu menyebar luas di berbagai media sosial.

Dalam setahun ini, Kilang Cilacap telah dua kali mengalami kebakaran. Sebelumnya, insiden kebakaran di kilang tersebut terjadi pada Jumat 11 Juni 2021 lalu sekitar pukul 19:45 WIB.

Saat itu, kebakaran terjadi pada tangki T39 yang berisi benzena untuk produk dasar petrokimia.

Ketika terbakar, tangki di area bundwall hanya berisikan sepertiga produk benzena atau sebanyak 1.100 barel dari kapasitas tangki 3.000 barel.

Baca Juga: Delapan Juta Dosis Vaksin Sinovac Masuk Indonesia, Kemenkes: Percepat Vaksinasi

Kilang Cilacap merupakan satu dari enam Kilang Pertamina dan kapasitas pengolahan 270 ribu barel per hari.

Kilang ini memiliki sekitar 200 tangki untuk menampung crude yang akan diolah, gas serta BBM hasil pengolahan minyak mentah.

Kilang Cilacap juga bernilai strategis karena memasok 44 persen kebutuhan bahan bakar minyak nasional dan 75 persen kebutuhan bahan bakar di pulau Jawa.

Selain itu, kilang ini merupakan satu-satunya kilang di Indonesia yang memproduksi aspal dan base oil.***

Editor: Hasbi

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah