Giatkan Pelatihan Literasi Digital, Ini Tujuannya Menurut Mendikbudristek Nadiem Makarim

- 28 Maret 2023, 09:31 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam sambutannya secara daring saat pembukaan Webinar Literasi Digital di Lingkungan Kemendikbudristek, Senin 27 Maret 2023.
Mendikbudristek Nadiem Makarim dalam sambutannya secara daring saat pembukaan Webinar Literasi Digital di Lingkungan Kemendikbudristek, Senin 27 Maret 2023. /Kemendikbudristek/

Literasi News - Mendikbudristek Nadiem Makarim menilai pentingnya menggiatkan pelatihan literasi digital untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman, utamanya tentang 4 dimensi literasi digital yakni Digital Culture, Digital Skills, Digital Ethics, dan Digital Safety.

"Hal ini mengingat bahwa pemahaman akan empat dimensi tersebut merupakan dasar untuk mengembangkan kecakapan global," kata Mendikbudristek dalam sambutannya secara daring saat pembukaan Webinar Literasi Digital di Lingkungan Kemendikbudristek, Senin 27 Maret 2023.

Nadiem Makarim menyebutkan kecakapan global itu meliputi character (karakter), citizenship (kewarganegaraan), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi).

Webinar Literasi Digital tersebut diikuti oleh sekitar 25.000 pegawai Kemendikbudristek, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan platform Wiyata Kinarya Merdeka Belajar (WKMB) Kemendikbudristek.

Baca Juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan Vokasi, Mendikbudristek Sambut Baik Perpres No 68 Tahun 2022

Pembukaan webinar berlangsung secara hibrida pada Senin 27 Maret 2023. Sedangkan pelaksanaan webinar akan berlangsung selama empat hari, yaitu pada 27 sampai dengan 30 Maret 2023.

Mendikbudristek menuturkan, melalui penyelenggaraan pelatihan literasi digital yang digerakkan secara masif dan berkelanjutan dalam platform Wiyata Kinarya Merdeka Belajar, diharapkan seluruh pegawai Kemendikbudristek mampu mendayagunakan teknologi digital seperti cloud computing, analitik data, kecerdasan buatan, internet of things (IoT), dan teknologi digital lainnya untuk membangun budaya inovasi, melipatgandakan kinerja, dan memberikan nilai tambah dalam pelayanan kepada masyarakat.

Talenta Digital

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate mengatakan, saat ini Indonesia tengah memasuki era transformasi digital yang perlu didorong oleh talenta digital andal dan mumpuni.

Baca Juga: Program Kampus Mengajar Dukung Penguatan Literasi dan Numerasi di Sekolah, Ini Kata Mendikbudristek

Menurutnya, perpaduan antara technical skills dan soft skills akan melahirkan kecakapan digital yang paling dibutuhkan di era revolusi industri 4.0.

"Perpaduan tersebut meliputi technical skills yang dikenal dengan The ABC, yaitu Artificial Intelligence, Big Data, dan Cloud Computing. Didukung oleh soft skills yang meliputi 4C, yakni Critical Thinking, Creativity, Collaboration, dan Communication,” tuturnya.

Johnny menambahkan, peluang kecakapan digital tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal mengingat Indonesia memiliki potensi SDM yang besar.

Pengguna Internet

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2022, lebih dari 210 juta penduduk Indonesia atau 77,02 persen dari seluruh populasi telah menjadi pengguna internet.

Baca Juga: Merdeka Belajar Bukan Hanya Sebagai Kebijakan, Tapi Sebagai Gerakan, Ini Kata Mendikbudristek

Karena itulah penyiapan SDM bidang digital yang andal, produktif, dan berdaya saing menjadi kunci utama bagi terlaksananya transformasi digital nasional.

"Mari bersama-sama berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan literasi digital menuju Indonesia terkoneksi, makin digital, dan makin maju,” ujar Menkominfo.***

Editor: Dipo Sasono

Sumber: Kemendikbudristek


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah