Komisi X Dorong Munculnya Penggerak Literasi Desa

- 10 Desember 2020, 13:11 WIB
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda /Instagram Syaiful Huda/Literasi News

Literasii News – Tingkat literasi Indonesia masih rendah. Belum meratanya kesempatan untuk mengakses bahan literasi di satu wilayah dengan wilayah lain menjadi salah satu pemicunya. Komisi X DPR RI mendorong munculnya penggerak literasi hingga tingkat desa.

“Rendahnya tingkat literasi di Indonesia memang mengkhawatirkan. Dibutuhkan keseriusan dari semua pihak agar tingkat literasi Indonesia bisa segera meningkat,” ujar Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, dalam acara Peluncuran Sejuta Buku untuk Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Kamis (10/12/2020).

Dia menjelaskan Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dengan tingkat literasi rendah. Rendahnya tingkat literasi di Indonesia juga tercermin dari program penilaian pelajar internasional atau Programme for Intenational Student Assement (PISA). Berdasarkan hasil PISA 2018 diketahui jika dalam literasi Indonesia hanya menduduki peringkat 72 dari 77 negara.

Baca Juga: Cara Memantau Perkembangan Pilkada Serentak 2020 di Situs Resmi KPU, Ini Petunjuknya

“Fakta ini tentu memprihatinkan karena tingkat literasi menunjukkan banyak hal seperti cara kita berpikir, bersikap, dan cara kita menyelesaikan masalah. Kalau tingkat literasi kita rendah maka bisa jadi ada yang salah dari cara kita berpikir, bersikap, maupun dalam menyelesaikan masalah,” katanya.

Huda mengatakan banyak hal yang menjadi pemicu rendahnya tingkat literasi di Indonesia. Mulai dari rendahnya minat baca, terbatasnya bahan literasi, hingga tidak meratanya akses ke bahan literasi di suatu wilayah dengan wilayah lain. Bahkan survey yang dilakukan oleh World Bank tentang Indikator Pelayanan Pendidikan 2020 menunjukkan jika hanya 47,4% siswa di Indonesia yang mempunyai akses ke buku pelajaran.

“Dengan kondisi geografis Indonesia yang begitu besar terkadang akses ke bahan literasi antar wilayah juga berbeda. Sebagai contoh tentu akses ke bahan literasi bagi warga Jakarta sekitarnya akan jauh lebih mudah dibandingkan akses ke bahan literasi bagi warga Papua,” katanya.

Koordinator Gerakan Literasi Parlemen ini memberikan apresiasi terhadap Gerakan Sejuta Buku bagi Taman Bacaan Masyarakat. Dia pun berkomitmen untuk mendorong 18.000 anggota parlemen baik di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota untuk melakukan donasi lima buku dalam setiap bulan.

Baca Juga: Gelar Gerakan Sejuta Buku Untuk TBM, Syaiful Huda; Literasi Untuk Membangun Peradaban Indonesia

Halaman:

Editor: Zaenal Mutaqin


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah