Partisipasi Pemilih pada Pemilu 2024 Diprediksi Meningkat, Simak Penjelasan Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari

- 22 Juli 2022, 10:24 WIB
Ilustrasi Pemilu.* Partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diperkirakan meningkat, jika dibandingkan dengan Pemilu 2019.
Ilustrasi Pemilu.* Partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diperkirakan meningkat, jika dibandingkan dengan Pemilu 2019. /Antara/Andreas Fitri Atmoko/

Literasi News - Partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 diperkirakan meningkat, jika dibandingkan dengan partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 lalu.

Hal itu seperti disampaikan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy'ari. "Saya sangat optimistis partisipasi masyarakat untuk menyalurkan hak politiknya pada Pemilu 2024 akan sangat tinggi dibanding Pemilu 2019," katanya saat kunjungan kerja di Ambon, Jumat 22 Juli 2022.

Hasyim menyatakan optimistis itu dilandasi oleh keterlibatan banyak pihak untuk menggerakkan masyarakat menyalurkan hak suaranya.

"Yang menggerakkan pemilih itu banyak, mulai dari pasangan calon presiden-wapres, partai politik, calon anggota DPR, DPD RI, pasangan calon gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota, sehingga pemilu dan pilkada serentak akan mendorong tingkat partisipasi masyarakat tinggi," tuturnya.

Baca Juga: Ketua KPU RI: Kampanye Politik di Lingkungan Kampus Boleh, Namun Ada Ketentuannya

Dia mencontohkan tingkat partisipasi masyarakat pada Pemilu 2019 tercatat 81,8 persen atau meningkat 4,3 persen dari angka partisipasi yang ditargetkan sekitar 77,5 persen.

Begitu pula pilkada serentak pada 9 Desember 2020, angka partisipasi pemilih tergolong tinggi, yakni 76 persen, padahal dilaksanakan di tengah situasi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

"Partisipasi pemilih pada pilkada serentak tahun 2020 termasuk tertinggi di dunia dibanding pemilu yang dilakukan di Amerika Serikat dan Korea Selatan," ujarnya.

Apalagi, menurut Hasyim, tahun 2024 akan dicatat sebagai bagian dari sejarah bangsa Indonesia karena untuk pertama kalinya dilakukan pemilu serentak pada 14 Februari 2024.

"Ini pertama kalinya Indonesia menggelar Pemilu Serentak 2024 untuk memilih presiden-wakil presiden, anggota legislatif pusat dan daerah maupun kepala daerah di provinsi, dan kabupaten/kota. Karena itu kami meyakini partisipasi masyarakat akan tinggi karena orang antusias untuk hadir menyalurkan hak suaranya," tuturnya.***

Editor: Hasbi

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah