Falsafah Masyarakat Sunda Diusung Presidensi G20 Indonesia, Ini Maknanya

- 28 Juli 2022, 10:04 WIB
Chair of G20 EdWG (Education Working Group), Iwan Syahril.*
Chair of G20 EdWG (Education Working Group), Iwan Syahril.* /Kemendikbudristek/

Literasi News - Falsafah masyarakat Sunda yang erat kaitannya dengan gotong royong untuk pulih bersama, diusung Presidensi G20 Indonesia. Falsafah itu yakni silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi.

Hal itu disampaikan oleh Chair of G20 EdWG (Education Working Group), Iwan Syahril, yang juga Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, dan Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek.

Ia mengungkapkan hal itu terkait pelaksanaan pertemuan di Bandung. Kemendikbudristek menggelar pertemuan ketiga Kelompok Kerja Pendidikan (Education Working Group/EdWG) G20 secara hibrida di Bandung pada 27–28 Juli 2022. Pertemuan ini adalah tindak lanjut dari pertemuan kedua EdWG G20 yang dilakukan pada Mei lalu.

Iwan Syahril menjelaskan, Kemendikbudristek terus memperkuat komitmennya mengajak dunia bergotong royong dalam pulih bersama dari pandemi untuk pulih lebih kuat.

"Melalui pertemuan ketiga ini, Kemendikbudristek bersama para delegasi negara-negara anggota G20, negara undangan khusus, organisasi internasional, serta kelompok kerja (working group), dan kelompok pelibatan (engagement group) akan berdiskusi lebih lanjut jelang pertemuan tingkat menteri pendidikan pada bulan September,” katanya.

Baca Juga: Tim Indonesia Torehkan Prestasi di Olimpiade Internasional Geografi

Iwan mengungapkan terkait falsafah masyarakat Sunda yakni silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi. Silih yang berarti "saling", mengandung makna transformatif yang bersifat resiprokal.

"Pada pertemuan-pertemuan G20 bidang pendidikan yang kita pimpin, para delegasi saling memberikan respon. Tujuannya untuk bertransformasi bersama dan bergotong royong untuk mencapai pemulihan global, khususnya di bidang pendidikan," kata Iwan.

Selain itu, silih asih dapat dimaknai sebagai saling mengasihi terhadap sesamanya. Silih asah mempunyai makna saling mencerdaskan antarmanusia. Silih asuh mempunyai makna yaitu saling menjaga. Sedangkan silih wawangi dapat bermakna saling memberi dukungan ke arah yang positif. Nilai yang terkandung di dalam falsafah ini dapat dimaknai sebagai proses untuk mencapai kualitas kemanusiaan yang sejahtera.

"Saya pikir, dalam upaya memperkuat komitmen untuk memulihkan sektor pendidikan secara bergotong royong, falsafah masyarakat Sunda silih asih, silih asah, silih asuh, silih wawangi sangat relevan dan dapat menjadi penguat," ucapnya.***

Editor: Hasbi

Sumber: Kemendikbudristek


Tags

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x