Transaksi Uang Elektronik Indonesia Pada Tahun 2023 Capai Rp 495 Triliun

- 8 Mei 2023, 18:47 WIB
Transaksi Uang Elektronik Indonesia Pada Tahun 2023 Capai Rp 495 Triliun.
Transaksi Uang Elektronik Indonesia Pada Tahun 2023 Capai Rp 495 Triliun. /

Literasi News - Perkiraan nilai transaksi uang elektronik pada 2023 tumbuh pesat mencapai Rp 495 triliun, didorong oleh akselerasi ekonomi keuangan digital Indonesia. Hal itu dikatakan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo.

Dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital (FEKD) Indonesia 2023, Perry Wajiyo mengatakan uang elektronik ini diperkirakan tumbuh lebih cepat lagi hingga mencapai Rp 495 triliun, Jakarta, Senin 8 Mei 2023.

“Uang elektronik tahun ini kita perkirakan tumbuh lebih ceoat lagi bisa mencapai Rp 495 triliun,” ucapnya dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital 2023 yang diikuti virtual.

Baca Juga: KPU Jabar Terima Pengajuan Bacaleg Parpol Untuk Pemilu 2024 Hari Ini

Perry pun memproyeksikan transaksi e-commerce bisa mencapai Rp 533 triliun dan layanan perbankan digital mencapai lebih dari Rp 64.000 triliun.
Hal tersebut sejalan dengan komitmen BI menjadikan digitalisasi sistem pembayaran sebagai episentrum ekonomi keuangan digital Indonesia.

Dalam mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran, BI menargetkan 45 juta pengguna Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) pada 2023, dimana 80-90 persen penggunanya adalah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) termasuk di pasar-pasar tradisional.

“Disinilah wujud nyata komitmen kita semua termasuk komitmen BI. Sejak tahun 2019 BI berkomitmen menjadikan digitalisasi sistem pembayaran menjadi episentrum Ekonomi keuangan digital Indonesia dan itu kita terbitkan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) tahun 2019 kemudian terus kita tingkatkan ke depan,”ujarnya.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Kode Redeem FF Terbaru Hari ini, Raih Emote dan Diamond Gratis, Klaim Sekarang

Ia menuturkan Indonesia menjadi salah satu negara yang paling cepat dalam akselerasi ekonomi keuangan digital, yang tercermin antara lain dari elektronifikasi transaksi keuangan dari pemerintah pusar dan di berbaa=gai daerah, dan penggunaan sarana digital dalam ekonomi.***

Editor: Abdul Rokib


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah