Puncak Perayaan Satu Abad NU, Presiden Jokowi: Abad Kedua NU Jadi Momentum Kebangkitan Baru

- 7 Februari 2023, 09:56 WIB
Presiden Joko Widodo saat berpidato di acara resepsi puncak Satu Abad Nahdlatul Ulama pada Selasa, 7 Februari 2023, di Stadion Delta, Sidoarjo, Jawa Timur.
Presiden Joko Widodo saat berpidato di acara resepsi puncak Satu Abad Nahdlatul Ulama pada Selasa, 7 Februari 2023, di Stadion Delta, Sidoarjo, Jawa Timur. /Tangkapan layar Youtube TV NU/

Literasi News - Saat menghadiri puncak perayaan satu abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Delta Gelora Sidoarjo, Jawa Timur pada Selasa 7 Februari 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan bahwa abad kedua NU menjadi penanda kebangkitan baru organisasi (NU), sekaligus memperkokoh keislaman dan ke-Indonesiaan.

"Semoga momentum abad kedua NU ini menjadi penanda kebangkitan baru NU, memperkokoh keislaman dan keindonesiaan, meningkatkan kesejahteraan umat serta membangun masa depan Indonesia yang maju dan bermartabat," kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam puncak perayaan satu abad NU yang bertajuk "Resepsi Seabad Hari Lahir Nahdlatul Ulama" dan dihadiri sekitar 100 ribu orang yang berasal dari berbagai komponen NU maupun tamu lainnya.

Baca Juga: Harlah 1 Abad NU 2023: Sejarah Berdirinya Nahdlatul Ulama, Serta Visi dan Misinya

"Pertama-tama atas nama rakyat Indonesia saya mengucapkan tahniah dan syukur, mengucapkan tasyakur, terima kasih, dan bersyukur atas peran Nahdlatul Ulama untuk bangsa dan negara. Tak terasa, selama satu abad NU telah memberikan warna yang luar biasa untuk Ibu Pertiwi Indonesia," tuturnya.

Presiden Jokowi menyebut NU membawa keislaman dan ke-Indonesiaan, keislaman dan kebangsaan, persatuan dan kesatuan serta kerukunan dalam keberagaman.

"Memasuki abad kedua insha Allah NU akan tumbuh makin kokoh, menjadi teladan dalam keberislaman yang moderat, memberikan contoh hidup adab Islam yang baik, menjunjung akhlakul kharimah dan adat ketimuran, tata karma, unggah ungguh, etika yang baik dan adab yang baik, dan menjaga toleransi, menjaga persatuan, menjaga kegotong-royongan, serta terus mengikuti perkembangan zaman," jelas Presiden.

Baca Juga: Ketua Umum PBNU Gus Yahya Ungkap Alasan Puncak Resepsi Harlah 1 Abad NU Digelar Besar-besaran

Sebagai organisasi Islam terbesar di dunia, Presiden Jokowi mengungkapkan NU layak berkontribusi untuk masyarakat internasional.

Halaman:

Editor: Dipo Sasono

Sumber: Antara


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah