Prioritaskan Keselamatan Warga Pendidikan, Mendikbudristek Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Cianjur

- 23 November 2022, 16:48 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim meninjau satuan pendidikan terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di antaranya TK PGRI Cugenang, SDN Cugenang, dan SMAN 2 Cianjur.
Mendikbudristek Nadiem Makarim meninjau satuan pendidikan terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di antaranya TK PGRI Cugenang, SDN Cugenang, dan SMAN 2 Cianjur. /Kemendikbudristek/

Literasi News - Mendikbudristek Nadiem Makarim menyatakan bahwa prioritas utama kementerian adalah memastikan keselamatan para warga pendidikan. Serta berupaya semaksimal mungkin agar proses pembelajaran dapat tetap berlangsung.

Hal itu Mendikbudristek sampaikan saat meninjau satuan pendidikan terdampak bencana gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, di antaranya TK PGRI Cugenang, SDN Cugenang, dan SMAN 2 Cianjur.

Dalam peninjauan itu, Mendikbudristek menyampaikan duka cita bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 5,6 yang terjadi di Kabupaten Cianjur pada Senin 21 November 2022.

"Saya mewakili Kemendikbudristek menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang dialami oleh masyarakat Cianjur. Khususnya kepada para warga satuan pendidikan, mulai dari adik-adik pelajar dan mahasiswa, sampai Ibu dan Bapak guru serta tenaga kependidikan yang menjadi korban musibah ini," kata Nadiem Makarim di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Rabu 23 November 2022.

Berdasarkan data yang dihimpun Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (Seknas SPAB) per Selasa, 22 November 2022 pukul 6 sore, total jumlah sekolah yang terdampak adalah 342 satuan pendidikan, yang terdiri dari jenjang PAUD sampai SMA dan SMK, serta SLB dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Baca Juga: Anggaran BTT Rp12 Triliun, Mendagri Himbau Seluruh Pemda di Indonesia Berikan Hibah Untuk Kabupaten Cianjur

Kepala SDN Cugenang, Yeni Yantriyati menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Mendikbudristek hadir di sekolahnya. "Saat ini kami masih trauma karena meski di sekolah saat kejadian tidak ada aktivitas belajar mengajar, namun kami yang sedang menengok siswa yang sakit di desa sekitar saat itu melihat sendiri bagaimana saat gempa terjadi rumah-rumah penduduk ambruk di depan mata kami," ucapnya lirih.

Yeni mengatakan, pihaknya berfokus pada pemulihan psikis guru, anak-anak dan keluarga dari trauma. "Kami harap Pemda bisa segera membantu kami memperbaiki fasilitas sekolah yang rusak," ujarnya.

"Bila situasi memungkinkan, kami akan coba memulai belajar daring sebagai persiapan ujian akhir semester. Tapi yang utama saya katakan kepada guru dan anak-anak yang terpenting adalah keselamatan keluarga masing-masing," tuturnya.

Halaman:

Editor: Dipo Sasono

Sumber: Kemendikbudristek


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah