Ada Kontak Erat dengan Pekerja Migran Asal Karawang yang Positif B117, Satgas Lacak Dua Warga Cianjur

- 4 Maret 2021, 16:59 WIB
Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal, mengatakan satgas tengah melacak dua warga Cianjur karena ada kontak erat dengan pekerja Migran Asal Karawang yang positif B117 /Nabiel Purwanda/Literasi News

Literasi News - Satgas Covid-19 tengah melacak keberadaan dua orang pekerja migran asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang baru pulang ke kampung halamannya. Sebab didapat informasi keduanya memiliki kontak erat dengan dua Pekerja Migran asal Karawang yang dinyatakan positif B117.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan ada potensi kedua pekerja migran asal Cianjur itu terpapar B117 sehingga dilakukan pelacakan.

Ia mengatakan saat kembali ke tanah air, diperoleh informasi mereka satu pesawat dengan PMI asal Karawang yang telah lebih dahulu dinyatakan positif terpapar strain virus baru Covid-19 yakni B117.

Baca Juga: Cara Mencegah Penyebaran Virus Corona B117 di Indonesia, Begini Menurut Kemenkes

"Awalnya hanya satu orang pekerja migran asal Karawang. Namun, saat proses pemulangan ke tanah air ada 10 pekerja migran asal Cianjur yang juga satu pesawat dengan pasien terpapar itu," katanya kepada wartawan, Kamis 4 Maret 2021.

Dikatakannya, dua dari 10 pekerja migran asal Cianjur dinyatakan positif Covid-19 varian baru atau jenis Sars-Cov2. Namun hingga kini, tim Satgas Covid-19 Kabupaten Cianjur baru bisa menemukan alamat lengkap seorang dari dua pekerja migran tersebut.

Yusman, memastikan, semua PMI tersebut kini berada di Cianjur. "Maka dari itu kami bekerja sama dengan disdukcapil untuk melacak dua PMI itu. Sebab, kami hanya menerima nama dan kabupaten asal," ungkapnya.

Baca Juga: Dari Target 15.000, Baru 6.000 Pelayan Publik di Cianjur Sudah Mendapat Vaksin Dosis Pertama

Saat ini Kabupaten Cianjur belum memiliki alat pendeteksi mutasi virus corona B117 yang bermula dari Inggris tersebut. "Kami tidak memiliki alatnya, yang memiliki itu hanya di litbangkes di Jakarta," tutupnya.***

Editor: Hasbi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X