Pertama Kali di Dunia, Masjid Istiqlal Akan Buka Pengkaderan Ulama Perempuan

- 23 Februari 2021, 12:28 WIB
MASJID Istiqlal yang sudah direnovasi. Pertama kali di dunia, Masjid Istiqlal akan membuka pengkaderan ulama perempuan /Instagram.com/kemenpupr

Literasi News - Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar mengatakan Masjid Istiqlal akan melakukan kaderisasi ulama perempuan pertama kalinya di dunia.

"Kita buka pengkaderan ulama perempuan. Mungkin ini pertama di dunia. Ulama perempuan akan mengkaji Al Quran dan Hadits dalam perspektif kesetaraan gender," kata KH Nasaruddin Umar dalam sambutan peringatan Milad Masjid Istiqlal pada Senin kemarin yang disiarkan secara daring dikutip dari Antara pada Selasa, 23 Februari 2021.

Dalam kesempatan itu KH Nasarudin Umar menjelaskan umat Islam saat ini menunggu semakin tumbuhnya kajian gender dari perspektif ulama perempuan melalui pendekatan Quran dan Hadits.

Baca Juga: Berikut Ini 4 Kriteria Zonasi Tingkat RT Sesuai Instruksi Mendagri Tentang PPKM Mikro

Menurutnya saat ini kajian gender melalui pendekatan Islam lebih banyak dilakukan oleh kalangan laki-laki alih-alih oleh perempuan. Maka dari itu, perspektif kajian cenderung bersifat sudut pandang maskulin

KH Nasarudin Umar juga menyampaikan perlu ada perluasan perspektif dari perempuan melalui pendekatan Al Quran dan Hadits sehingga menjadi proporsional.

"Dan nanti kita lihat hasilnya jika perempuan mengkaji Al Quran dan Hadits. Saat ini yang dominan menjadi pemimpin umat, ulama, penulis, kapasitasnya adalah laki-laki," katanya.

Baca Juga: Perda Pesantren, Kado dari PKB. Pulihkan Ekonomi Jabar dengan BUMP (Badan Usaha Milik Pesantren)

Dia pun menjelaskan juga laki-laki dan perempuan sebagai khalifah di muka bumi harus memiliki kesempatan yang setara dalam pengelolaan alam semesta.

"Tidak boleh pengelolaan menjadi over maskulin, tidak boleh over feminin. Keseimbangan maskulin dan feminin sangat kita perlukan," katanya.***

Halaman:

Editor: Hasbi


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X