Subang Utara Tiap Tahun Dilanda Kekeringan dan Banjir

- 16 September 2020, 22:56 WIB
Rakor penanganan kekeringan dan evaluasi tanam padi musim tanam I tahun 2019/2020 dan musim tanam II tahun 2020, Rabu (16/9/2020) dalam rangka menghadapi kekeringan di wilayah Subang. /Dok. Humas Pemkab Subang/
Literasi News SUBANG - Permasalahan di wilayah utara Kabupaten Subang sangat komplek, ketika musim kemarau timbul masalah kekeringan. Begitu pula sebaliknya disaat musim penghujan timbul masalah banjir. Itu terjadi rutin setiap tahun.
 
Hal itu dikatakan Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi dalam sambutannya saat rapat koordinasi penanganan kekeringan dan evaluasi tanam padi musim tanam I tahun 2019/2020 dan musim tanam II tahun 2020, Rabu (16/9/2020) dalam rangka menghadapi kekeringan di wilayah Subang.
 
Wabup menyampaikan rakor kali ini merupakan lanjutan dari rakor sebelumnya yang membahas permasalahan kekeringan di Kabupaten Subang terutama daerah pantura. "Semoga dengan rakor ini bisa bersama sama mencari gagasan yang bisa menjadi jalan keluar menanggulangi dampak musibah kekeringan, utamanya di pantura sebagai sentra produksi padi," katanya.
Wabup berharap air yang menjadi sumber pengairan ke lahan pertanian dan kebutuhan masyarakat lainnya dapat terpenuhi. Walaupun dalam keadaan kemarau, tetapi bisa dilakukan upaya di antaranya dengan pengaturan jadwal distribusi air di beberapa titik pintu air bisa merata ke beberapa daerah.
 
"Petani juga diimbau agar mengikuti dan menetapkan jadwal pola tanam sesuai anjuran. Kemudian semua pihak bisa bersinergi menghadapi kekeringan. Diharapkan lahan pertanian di Subang bisa tetap produktif di musim kemarau ini," katanya.
 
Agus mengingatkan semua pihak terkait agar bersama sama mempertahankan Subang sebagai lumbung padi nasional, sekaligus menjaga ketersediaan lahan pertanian.
 
 
Kepala Pelaksana BPBD Subang Hidayat dalam laporannya menyampaikan fokus bahasan rakor yaitu terkait siaga darurat kekeringan, terutama lahan pertanian di musim kemarau saat ini. Selain itu termasuk pula antisipasi kebakaran hutan, dan kelangkaan air bersih bagi konsumsi warga.
 
"Rakor juga membahas areal yang akan terdampak kekeringan, sehingga bisa diketahui kekuatan dan ketersediaan air. Utamanya pasokan air dari jatiluhur apakah masih cukup. Kemudian membahas penjadwalan pengawasan pengendalian air," ujarnya.***
 

Editor: Hasbi


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X