Kasus Keji di Tangerang Akibat PJJ, Komisi X: Ini Adalah Peringatan Keras Bagi Kemendikbud

- 16 September 2020, 19:30 WIB
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda (Dok) /Dok. Litreasi News/

LiterasiNews - Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda menegaskan, kasus pembunuhan siswi SD oleh ibu kandungnya sendiri, sebagai dampak dari sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), adalah peringatan keras bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta dinas-dinas pendidikan di seluruh Indonesia.

"Kasus ini adalah peringatan keras bagi semua pihak. Pola PJJ yang dilakukan selama ini memang menimbulkan tekanan psikis terhadap siswa, orang tua, maupun guru," tegas Syaiful Huda, Rabu 16 September 2020.

Baca Juga: Ditengah Pandemi Covid-19, UMKM Subang Ekspor 20 ton Arang ke Arab Saudi 

Ia mengakui bahwa model pembelajaran jarak jauh mempunyai begitu banyak kendala, terutama rendahnya literasi digital di sebagian besar ekosistem pendidikan nasional. Selian itu faktor keterbatasan ekonomi, di mana kebanyakan anggota masyarakat di tanah air ini tidak mampu memenuhi kebutuhan kuota data.

Selian itu, belum metode PJJ sendiri belum solid, di mana setiap sekolah bahkan setiap guru melakukan metode pembelajaran yang berbeda. Selebihnya adalah kendala teknis, yakni tidak meratanya sinyal internet di semua wilayah Indonesia.

“Akibatnya, semua kendala itu menimbulkan tekanan psikologis yang lumayan besar bagi para siswa, guru, dan orang tua siswa. Apalagi masalah kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang semakin berat akibat pandemi Covid-19," papar Huda.

Baca Juga: Renggut Korban Jiwa, Komisi X Ingatkan Dampak Negatif PJJ

Seperti diketahui, di berbagai daerah terutama wilayah perkotaan begitu banyak orang kehilangan mata pencaharian akibat pemutusan hubungan kerja atau pemotongan gaji.

"Hilangnya kesempatan berusaha juga begitu banyak dialami masyarakat kita, sehingga membuat beban hidup semakin berat. Maka berbagai tekanan ini menciptakan ledakan emosional yang teerkadang malah dipicu oleh hal-hal yang terkesan sepele, misalnya anak yang tidak cepat mengerti saat melakukan pembelajaran jarak jauh,” ungkap politikus PKB ini.

Halaman:

Editor: Atep Abdillah Kurniawan


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X